10 Cara Mengatur Keuangan Anda

Minggu, Maret 21, 2010

Banyak orang (mungkin hampir semua) memiliki masalah keungan. Dan banyak diantara mereka (termasuk saya) sebenarnya bermasalah pada cara mengatur keuangan. Iseng-iseng browsing saya menemukan cara ini yang saya rangkum menjadi 10 cara mengatur keuangan dengan tujuan menstabilkan antara pendapatan dan pengeluaran-pengeluaran.

Berikut ini adalah 10 cara mengatur keuangan tersebut :

1. Buat daftar pengeluaran rutin.
Saya biasanya berbelanja atau membayar tagihan asal saja, artinya saya hanya membayar tanpa membuat daftar apa saja yang telah atau akan saya bayar. Akibatnya saya tidak mengetahui berapa besar pengeluaran saya setiap bulannya (karena pendapatan saya diterima bulanan). Banyak yang menyarankan agar saya membuat daftar pengeluaran rutin saya sehingga saya bisa memilih kebutuhan mana yang bisa saya kurangi jika ternyata pendapatan saya tidak mencukupi.

2. Kurangi hutang.
Biasanya kalau uang saya tidak mencukupi kebutuhan saya, maka saya mengambil hutang. Memang, masalah saya di bulan ini selesai, tapi bagaimana dengan bulan depan? Yah...taguhan saya bertambah...

3. Pastikan kita mempunyai polis asuransi
Lho...kok malah asuransi??? Iya, pengalaman saya, kejadian mendadak seperti sakit adalah beban finansial baru. Karena dalam daftar saya tidak ada perencanaan jika saya sakit. Lalu mengapa asuransi? Karena jika saya mengalokasikan dana di bank, maka jika saya sakit dana saya akan berkurang. Tetapi dengan memiliki polis asuransi maka dana tabungan saya akan tetap aman.

4. Prioritaskan tujuan kita.
Ini yang susah. Karena tujuan pengalokasian uang tergantung pada pribadi masing-masing. Misalnya untuk lajang yang belum menikah, alokasi dana banyak ke belanja, main sama teman, atau hal-hal lain. sedangkan untuk orang yang sudah menikah dan punya anak alokasi dana ke kredit rumah misalnya, pendidikan, pensiun, dll. Pertanyaannya bisakah kita merencanakan dana untuk rumah, pendidikan anak, pensiun pada saat kita masih lajang dan belum menikah?

5. Mulai belajar untuk berinvestasi
Mencari informasi tenang tempat berinvestasi adalah mudah dan tidak menyita banyak waktu. Jadi tidak ada salahnya kalau kita mulai mencari inormasi tempat-tempat berinvestasi yang sesuai denga kebutuhan hidup kita.

6. Mulailah berinvestasi.
Jika kita sudah menemukan tempat berinvestasi yang pas, segeralah berinvestasi. Karena terlambat adalah kondisi yang sangat tidak menguntungkan.

7. Investasikan dana secara taratur.
Ya investasi bertujuan jangka panjang. Sebaiknya digunakan sesuai dengan tujuan dari kita berinvestasi. Konsisten.

8. Investasikan dana di banyak sumber.
Analoginya jika kita mencari sumber air, buat sumus sebanyak-banyaknya. Jika satu sumur kering, maka masih ada sumur yang lain.

9. Pantau investasi kita.
Lihat secara teratur perkembangan investasi kita.

10. Pikirkan generasi berikutnya.
Alokasikan dana dan rencanakan untuk membuat warisan.

Mungkin cara diatas sudah banyak yang tahu, ya sekedar mengingatkan saja untuk anda yang menbacanya.

Semoga bermanfaat.

16 komentar:

ngancik mengatakan... [Jawab]

nice inpoh..
see also
http://ngancik.wordpress.com/

Yogo mengatakan... [Jawab]

@ ngancik :

Terima kasih, semoga bermanfaat

Anonim mengatakan... [Jawab]

kasih solusi apa bila pendapatan dan pengeluaran lebih besar pengeluaran padahal pendapatan minim apa yang harus di lakukan makasih.

Yogo mengatakan... [Jawab]

@Anonim

Mudahnya ya mencari sumber income baru. Coba analisa lagi apakah ada pengeluaran yang sifatnya hanya memenuhi gaya hidup. Penuhi dulu kebutuhan hidup.

salam kenal, trik yang sangat menarik, jika boleh, saya ingin menambahkan, kita harus bisa membedakan kebutuhan dan keinginan. Sukses untuk kamu

Yogo mengatakan... [Jawab]

@info rencana keuangan
Betul sekali...
Kadang pemenuhan GAYA HIDUP lebih dipentigkan dari pada pemenuhan KEBUTUHAN HIDUP.

Terimakasih tambahannya.

ipul mengatakan... [Jawab]

nomer 4 itu sepertinya tipsnya khusus untuk lajang. disana disebuatkan lajang harus mempunyai pikiran setelah menikah, lalu bagaimana jika sudah menikah? apa yang harus dipikirkan kedepannya mas... terima kasih

Yogo mengatakan... [Jawab]

@ipul
Oya, banyak hal yg harus dipikirkan setelah menikah, misalnya :
1. Biaya kebutuhan hidup keluarga.
2. Biaya perawatan anak, seperti susu, imunisasi, makanan bergizi, pakaian, mainan, piknik.
3. Biaya sekolah anak.
4. Jika Anda kepala keluarga, rencanakan dana pensiun mulai sekarang.
5. Buat polis untuk jiwa Andaa, karena keluarga Anda harus tetap hidup dengan atau tanpa Anda disamping mereka.

Semoga bermanfaat.

wili mengatakan... [Jawab]

udah d atur tapi selalu z ada pngeluaran yg tidak kita ketahui... eh pngeluaran itu justru melebihi tabungan kita... baru z nabung sudah d ambil lagi... gimana tuh caranya???

Yogo mengatakan... [Jawab]

@wili
Pengeluaran yg tidak diketahui karena biasanya belum mengatur anggaran. Jika sudah diatur, pasti ketahuan deh tu pengeluaran untuk apa.

Nah, jika saldo tabungan sering terambil, cermati kebutuhannya. Jika tidak benar2 butuh ya jangan membeli.

Jika kebutuhannya mendesak dan sangat penting, misalnya untuk biaya berobat, segera buka polis asuransi untuk biaya berobat. Maka saldo tabungan mas wili akan selalu aman.

makasih mas sudah di share tehniknya

Phone mengatakan... [Jawab]

great information

Life Style mengatakan... [Jawab]

sangat sulit mas kalau mengatur keuangan sendiri, apalagi di usia remaja gini

Saiful mengatakan... [Jawab]

kalau untuk lajang atau remaja ya mikirnya buat jalan2 n shoping neh.. wlpun ada niatan nabung tapi sulit bner gan

Yogo mengatakan... [Jawab]

@Life Style
Nah untuk masalah ini, serahkan kepada pihak ketiga untuk mengatur keunangan Anda.

Yogo mengatakan... [Jawab]

@Saiful
Serahkan kepada pihak ketiga untuk mengatur perencanaan keuangan Anda.

Poskan Komentar

Komentarlah sesuai dengan isi artikel. Spam akan saya hapus.

Bagi yang mau bertukar link, silahkan konfirmasi di kolom komentar.

 
 
 

Archives

 
Copyright © SUMBER BELAJAR |