Mengenalkan Matematika Pada Balita

Selasa, April 26, 2011

Mengenalkan matematika pada anak-anak adalah sebuah pekerjaan yang tidaklah mudah, apalagi mengenalkan matematika pada balita. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa hal ini adalah seperti pekerjaan yang sangat memberatkan anak dan mungkin diantara Anda ada yang berpikir bahwa ini tidak mungkin berhasil.

Jika hal ini sulit dilakukan, iya memang. Tidaklah mudah mengenalkan matematika pada balita, karena kemampuan mereka untuk berpikir juga masih terbatas. Tetapi kita semua harus ingat bahwa imajinasi mereka sangat luar biasa.

Ada beberapa tahap yang mesti diketahui orang tua untuk mengenalkan matematika pada balita, yaitu :

Dunia mereka adalah DUNIA BERMAIN.

Kita sebagai orang tua harus memahami bahwa anak-anak balita kita belum bisa untuk diajak berpikir secara serius. Jadi lupakan mengajari mereka berhitung, mengenal bilangan, mengenal angka, menulis angka, atau bahkan mengerjakan soal. Belum pada itu level mereka. Tetapi mereka sudah bisa mengenal bentuk dan dianalogikan dengan benda-benda yang ada disekitar mereka.

Misalnya, kita mau mengenalkan bentuk lingkaran. Kita bisa ajak mereka untuk melihat pot bunga, lampu, roda sepeda, dan mengatakan kepada mereka bahwa bentuk tersebut adalah lingkaran. Selalu dilakukan berulang-ulang sampai anak bisa menerka bentuk lingkaran dari benda yang lain.

Bentuk segitiga bisa kita kenalkan melalui atap rumah, gunung, dsb. Segiempat bisa kita kenalkan melaui kotak mainan, pintu, televisi, dll. Lakukan perkenalan bentuk ini secara terus menerus. Maka anak anak tahu bentuk-bentuk geometri, perbedaan pada masing-masing bentuk, dan memberikan contohnya.

Dengan melatih anak secara terus menerus akan menambah penhetahuan anak dan sekaligus melatih kreatifitas Anda untuk mengajari mereka.

Kemampuan komunikasi mereka masih terbatas.

Hal ini menambah tingkat kesulitan tersendiri ketika meraka harus mengucapkan bentuk-bentuk geometri seperti contoh diatas. Akan tetapi hal ini tidaklah menjadi masalah yang besar, karena dengan terus melatih anak, maka mereka akan perlahan bisa mengucapkannya dengan benar.

Ini perlu disadari bahwa kita sebagai orang dewasa, ketika berbicara dengan balita, kita harus berbicara dengan lafal yang benar. Tidak ikut-ikutan cadel seperti mereka. Hal ini akan mempercepat kemampuan berbicara anak.

Kemampuan motorik mereka belum sempurna.

Dengan kemampuan bergerak yang belum sempurna ini, anak akan mengalami kesulitan ketika harus belajar memegang benda, menyusun benda, dll. Tetapi dengan kesabaran, mereka akan lewati kesulitan ini dengan baik. Oleh karena itu, beri mereka mainan yang sesuai dengan usianya. Awasi dengan baik ketika berjalan-jalan mencari contoh bentuk-bentuk geometris, dan aktifitasnya.

Melihat masik terbatasnya kemampuan anak, itu bukanlah menjadi kendala kita untuk membimbing mereka, tetapi sebuah celah agar apa yang kita ajarkan bisa mereka terima dengan baik.

Mungkin diantara pembaca ada yang mau menambahkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengenalkan matematika pada balita atau anak-anak? Silahkan tulis di kolom komentar agar tips dari Anda bisa bermanfaat bagi para orang tua yang lain dalam membimbing anaknya.

1 komentar:

oh ternyata pada balita pun kita harus sudah memperkenalkan matematika ya,. belajar dari kecil memang lebih mudah..

Posting Komentar

Komentarlah sesuai dengan isi artikel. Spam akan saya hapus.

Bagi yang mau bertukar link, silahkan konfirmasi di kolom komentar.

 
 
 

Archives

 
Copyright © SUMBER BELAJAR |