Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Mengenalkan Matematika Pada Balita

Selasa, April 26, 2011

Mengenalkan matematika pada anak-anak adalah sebuah pekerjaan yang tidaklah mudah, apalagi mengenalkan matematika pada balita. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa hal ini adalah seperti pekerjaan yang sangat memberatkan anak dan mungkin diantara Anda ada yang berpikir bahwa ini tidak mungkin berhasil.

Jika hal ini sulit dilakukan, iya memang. Tidaklah mudah mengenalkan matematika pada balita, karena kemampuan mereka untuk berpikir juga masih terbatas. Tetapi kita semua harus ingat bahwa imajinasi mereka sangat luar biasa.

Ada beberapa tahap yang mesti diketahui orang tua untuk mengenalkan matematika pada balita, yaitu :

Dunia mereka adalah DUNIA BERMAIN.

Kita sebagai orang tua harus memahami bahwa anak-anak balita kita belum bisa untuk diajak berpikir secara serius. Jadi lupakan mengajari mereka berhitung, mengenal bilangan, mengenal angka, menulis angka, atau bahkan mengerjakan soal. Belum pada itu level mereka. Tetapi mereka sudah bisa mengenal bentuk dan dianalogikan dengan benda-benda yang ada disekitar mereka.

Misalnya, kita mau mengenalkan bentuk lingkaran. Kita bisa ajak mereka untuk melihat pot bunga, lampu, roda sepeda, dan mengatakan kepada mereka bahwa bentuk tersebut adalah lingkaran. Selalu dilakukan berulang-ulang sampai anak bisa menerka bentuk lingkaran dari benda yang lain.

Bentuk segitiga bisa kita kenalkan melalui atap rumah, gunung, dsb. Segiempat bisa kita kenalkan melaui kotak mainan, pintu, televisi, dll. Lakukan perkenalan bentuk ini secara terus menerus. Maka anak anak tahu bentuk-bentuk geometri, perbedaan pada masing-masing bentuk, dan memberikan contohnya.

Dengan melatih anak secara terus menerus akan menambah penhetahuan anak dan sekaligus melatih kreatifitas Anda untuk mengajari mereka.

Kemampuan komunikasi mereka masih terbatas.

Hal ini menambah tingkat kesulitan tersendiri ketika meraka harus mengucapkan bentuk-bentuk geometri seperti contoh diatas. Akan tetapi hal ini tidaklah menjadi masalah yang besar, karena dengan terus melatih anak, maka mereka akan perlahan bisa mengucapkannya dengan benar.

Ini perlu disadari bahwa kita sebagai orang dewasa, ketika berbicara dengan balita, kita harus berbicara dengan lafal yang benar. Tidak ikut-ikutan cadel seperti mereka. Hal ini akan mempercepat kemampuan berbicara anak.

Kemampuan motorik mereka belum sempurna.

Dengan kemampuan bergerak yang belum sempurna ini, anak akan mengalami kesulitan ketika harus belajar memegang benda, menyusun benda, dll. Tetapi dengan kesabaran, mereka akan lewati kesulitan ini dengan baik. Oleh karena itu, beri mereka mainan yang sesuai dengan usianya. Awasi dengan baik ketika berjalan-jalan mencari contoh bentuk-bentuk geometris, dan aktifitasnya.

Melihat masik terbatasnya kemampuan anak, itu bukanlah menjadi kendala kita untuk membimbing mereka, tetapi sebuah celah agar apa yang kita ajarkan bisa mereka terima dengan baik.

Mungkin diantara pembaca ada yang mau menambahkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengenalkan matematika pada balita atau anak-anak? Silahkan tulis di kolom komentar agar tips dari Anda bisa bermanfaat bagi para orang tua yang lain dalam membimbing anaknya.

READ MORE - Mengenalkan Matematika Pada Balita

Software Belajar Matematika Gratis

Senin, Maret 29, 2010

Komputer telah menjadi bagian yang penting dalam hidup keseharian sekarang ini. Untuk proses belajar yang lebih cepat, terutama matematika, juga bisa menggunakan game untuk mengacu kinerja otak anak. Matematika sendiri merupakan basis dari semua imu. Jika diajarkan di usia anak yang masih dini, maka ilmu matematika akan dapat berkembang dengan baik.Untuk itu, dibuatlah software mudah menghitung matematika dari Tux4Kids yang diberi nama Tux of Math Command.

Software Tux of Math Command ini ditujukan untuk anak-anak yang masih baru dengan dunia angka. Tux of Math Command menggunakan semacam game arcade, seperti game untuk mengajarkaan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dalam game Tux of Math Command ini pengguna akan melihat komet dengan problem matematika yang ditulis di atasnya, yang kemudian jatuh ke tanah, dimana ada rumah Iglo berisi penguin di tanah tersebut.

Tujuan di game Tux of Math Command adalah untuk menghancurkan komet tersebut sebelum mereka tiba di tanah dan kemudian akan melenyapkan rumah Iglo penguin. Hal tersebut bisa dilakukan oleh pengguna dengan mengetikkan jawaban angka yang tepat untuk masalah matematika yang tertampil di komet, dengan mengklik komet dengan mouse dan menekan spacebar untuk menembak dengan laser untuk menghancurkan komet.

Tux4Kids berharap software dan game matematika ini disenangi oleh anak-anak, karena mereka akan tertarik belajar sekaligus bermain game ini. Software Tux of Math Command ini hadir dalam versi Windows, Apple Mac, dan Linux Debian. Software Tux of Math Command ini bersifat gratis dan dapat di-download di website Tux4Kids

READ MORE - Software Belajar Matematika Gratis

Algebra: Stop Struggling, Start Succeeding

Minggu, Oktober 25, 2009

Algebra is one of the toughest areas of math for kids. Even kids who never had a problem academically can have trouble with algebra. Algebra tutoring can benefit kids who have chronic problems comprehending math and kids who are just struggling with algebra.

The logic behind algebraic formulas can be difficult to grasp for many children. Parents need to work fast in order to prevent their child from developing a dislike of math when that happens. Kids can suffer a blow to their self-esteem when they struggle to understand something new. This is true especially if they previously have enjoyed a lot of academic success. Bright children who struggle with math can become frustrated and stop trying, which only lead to more problems. So as a parent it's important to get some algebra tutoring for you child immediately when you notice a problem. Your child may not come to you and ask for help but that doesn't mean he or she doesn't need it.


Finding the right type of help for your child is important. You can choose private algebra tutoring or you can choose to enroll your child in extra classes or group tutoring. You should know that just getting a tutor or investing in supplemental algebra classes is not going to solve the problem in its entirety though. It's also important that you maintain a hopeful, positive attitude and use positive reinforcement to help reassure your child. If your child feels that you still believe in their abilities they will believe in their own abilities too. Here are some steps that you can take that will help your child regain the confidence and curiosity necessary to start succeeding at algebra instead of struggling:



Express confidence in your child's ability. A child that is struggling with algebra may start to doubt his or her ability to learn. It's important that you express to your child often that you are quite sure your child can master the challenge of algebra with a little extra help. A child who is doubting his or her own ability to succeed needs you to tell them often that you know they can do it.

Work with your child. Even if your child is getting algebra tutoring in order to master algebra you should work with your child too. Do some algebra problems together, or quiz your child on algebra formulas. Use plenty of positive reinforcement to encourage your child to keep moving forward.

Be actively involved in your child's learning. Work closely with the algebra tutor that you hire for your child, and be in close contact with your child's teacher. Make sure that you know what problem solving methods your child is being taught. Ask for regular progress reports from both tutors and teachers. Taking a pro-active role in your child's education will help your child be more confident. When your child is more confident he or she will learn more and achieve more.

Turn algebra tutoring into a positive instead of a negative. Unfortunately many children don't tell their parents or teachers when they are struggling with a tough subject like algebra because they don't want to be branded as "stupid" or "slow". The stigma associated with getting algebra tutoring has lessened somewhat over the years but there is still a bit of a stigma attached to being tutored. In order to combat that you need to show your child that getting help is a positive thing. Make the tutoring experience as fun as possible. Don't use tutoring as a punishment for failing to achieve, use it as a chance to teach your child that it's ok to ask for help when he or she needs it.

It can be very difficult for parents to watch their kids struggle academically. But, if you take a pro-active role and get your child the help he or she needs your child can learn algebra. In addition to giving your child a lot of love and support you can turn the experience into a great teaching tool. Algebra tutoring can teach your child the value of working hard to attain a goal. It can also give your child the courage to ask questions and ask for help when needed.

For more information about this article just visit : http://www.TeamUpTutors.com.


If this article usefull, feel free to leave a comment.


READ MORE - Algebra: Stop Struggling, Start Succeeding

Cara Meningkatkan Nilai Ujian

Selasa, Oktober 20, 2009

Dalam dunia yang sangat kompetitif seperti sekarang ini, nilai ujian rendah adalah masalah tersendiri yang harus dihadapii. Pada artikel kali ini, saya menulis beberapa tips berguna tentang metode-metode yang dapat anda gunakan untuk memperbaiki nilai ujian anda. Sebagian besar dari anda akan menemukan bahwa pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda memiliki empat jawaban yang keluar dari dua biasanya jawaban yang salah. Cara terbaik untuk menangani jenis tes objektif yang memiliki beberapa pilihan adalah untuk mengeliminasi jawaban-jawaban yang tidak relevan, karena mereka tidak mempunyai hubungan dengan pertanyaan. Oleh karena itu, Anda harus memilih antara dua jawaban, yang membantu Anda untuk meningkatkan persentase pilihan yang tepat oleh hampir lima puluh persen. Jika Anda latihan untuk jawaban pilihan ganda menggunakan taktik ini Anda pasti akan dapat meningkatkan nilai Anda.


Sekarang mari kita lihat pertanyaan-pertanyaan esay yang berakhir terbuka, Anda selalu mendapatkan poin untuk menulis tiap bagian dari jawabannya. Misalkan Anda mendapatkan pertanyaan terbuka yang Anda harus menulis jawabannya di tiga bagian. Tentu saja, metode yang benar menjawab pertanyaan ini adalah untuk menulis bagian pembukaan yang memiliki relevansi dengan pertanyaan, tetapi jika Anda tidak bisa menulis bagian pembukaan yang benar maka anda tidak memberikan jawaban pada pertanyaan tersebut. Anda harus menulis dua bagian lain dari jawaban sehingga Anda bisa mendapatkan inti jawaban. Jika Anda tidak menulis apa pun, Anda tidak akan mendapatkan poin.



Yang paling mudah adalah jenis pertanyaan pertanyaan-pertanyaan di mana Anda harus memberikan jawaban benar atau salah. Dalam jenis pertanyaan seperti ini kemungkinan skor rata-rata adalah lima puluh persen. Cara terbaik untuk menangani pertanyaan-pertanyaan ini adalah selesaikan dulu semua pertanyaan dimana Anda yakin bahwa adalah Anda tahu jawaban yang benar. Tinggalkan pertanyaan lain yang anda belum tahu jawabannya.

Anda harus selalu menjawab pertanyaan bahkan jika Anda harus menebak jawabannya, sebagai hukum rata-rata telah membuktikan bahwa menebak-nebak dalam jawaban yang benar dan yang salah akan membantu Anda untuk mencetak lima puluh persen poin.

Selamat mencoba.



Jika artikel ini berguna bagi anda, silahkan memberi komentar. Jika ada pertanyaan tentang artikel ini silahkan tulis pertanyaan anda, mudah-mudahan saya bisa bembantu.

READ MORE - Cara Meningkatkan Nilai Ujian

Menarik Perhatian Siswa Dengan Sulap

Mengikuti sebuah seminar selalu menambah pengetahuan saya tentang dunia pendidikan. Seperti seminar unik yang saya ikuti baru-baru ini yaitu menarik perhatian siswa dengan sulap. Menarik perhatian siswa adalah sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru ketika mengajar didepan kelas. Banyak metode yang bisa diterapkan, salah satunya dengan sulap. Dengan sedikit trik ternyata perhatian siswa akan selalu terfokus pada anda tanpa mengurangi konsentrasi belajar mereka. Sebagai guru, yang anda butuhkan disini adalah kemauan untuk belajar dan mencari sumber belajar untuk mengembangkan kemampuan mengajar anda.


Saya tertarik dengan metode ini, jadi begitu pulang seminar saya googling untuk mencari trik-trik sulap yang bisa diterapkan dikelas saya. Dan google memberikan saya sebuah url rajasulap.com. Setelah saya ikuti urlnya ternyata ini adalah sebuah toko alat sulap online. Karena keterbatasan waktu saya tidak bisa berlama-lama untuk internetan. dilain hari saya mau mencari lagi referensi sulap, saya lupa untuk membookmark url toko alat sulap tersebut, untungnya saya ingat nama urlnya, langsung saja saya googling dengan memasukan keyword rajasulap.com, ternyata nama toko ini ada di urutan pertama, ini menunjukan bahwa rajasulap.com adalah toko sulap online no. 1 di indonesia versi google.



Rajasulap.com adalah toko sulap dengan kredibilitas yang tinggi, ditinjau dari beberapa kali diliput oleh surat kabar berskala nasional seperti kontan, bintang indonesia. berbelanja disana ada banyak keuntungan, ada 10 alasan berbelanja di rajasulap.com, salah satunya adalah karena setiap alat sulap yang dibeli di rajasulap.com disertai dengan video tutorial berbahasa indonesia, sehingga menjamin pelanggan pasti bisa memainkan alat sulap yang dibeli.




READ MORE - Menarik Perhatian Siswa Dengan Sulap

Fenomena Modern - Anak Anda Kurang Tidur

Senin, Oktober 19, 2009

Pagi tadi seperti pagi biasanya disekolah saya, Tapi ada suatu hal istimewa yang selama ini menjadi perhatian saya. Ada beberapa anak (murid) yang selalu mengantuk. Saya melihat ini adalah sebagai fonomena anak-anak modern, yaitu menderita kurang tidur. Anak-anak dan orang dewasa yang kurang tidur tidak dapat beraktifitas dengan baik. Tidur berfungsi untuk memulihkan energi tubuh, terutama sistem saraf dan otak. Ketika seseorang kurang tidur, dia akan mengalami beberapa kendala dalam beraktifitas sehari-hari. Sebagai siswa jika dia kurang tidur maka akan kesulitan dalam berkonsentrasi, mengingat dan memahami apa yang dia pelajari, bahkan mengontrol emosinya.


Durasi atau waktu yang dibutuhkan seseorang untuk tidur tidaklah sama, tetapi kebanyakan anak-anak dan remaja membutuhkan sedikitnya 8 jam untuk tidur dalam sehari. banyak remaja mengalami gangguan disekolah karena mereka kurang tidur. Mereka pulang larut malam dan harus bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. Menurut saya dewasa ini jadwal sekolah tidak seiring dengan jam biologis remaja dan anak-anak.



Gejala anak-anak dan remaja yang kurang tidur :
  1. Terus mengantuk.

  2. Rewel atau sedih.

  3. Kesulitan berkonsentrasi.

  4. Bermusuhan.

  5. Menjadi cengeng untuk hal-hal kecil.

  6. Bereaksi secara tidak rasional terhadap masalah kecil, tugas, latihan, dsb.


Sebagai orang tua, anda memerlukan strategi untuk mengatasi masalah tidur anak anda. Mungkin staregi berikut ini bisa anda terapkan.

1. Periksa jadwal harian.


Cobalah untuk membantu (bukan mengerjakan) pekerjaan rumah atau tugas anak anda sehingga mereka tidak tidur larut malam. anak-anak perlu waktu bermain disiang hari, sedangkan remaja banyak kesibukan setelah jam sekolah. Jika anak anda selalu mengerjakan tugas mereka sampai larut malam, cobalah cek lagi jadwal kegiatannya. Atur lagi bila perlu, mana yang utama dan mana yang bisa dihilangkan.

Banyak orang tua menyarankan anaknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah setelah dia baru sampai rumah, tetapi anak-anak juga perlu waktu untuk rileks sekedar melepas lelah. Masalah lain adalah anak-anak mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya ketika banyak anak-anak lain yang sedang bermain didepan rumahnya. Sebagai orang tua, penting untuk mengukur kebutuhan anak anda. Tentukan waktu yang ideal untuk mengerjakan pekerjaan rumah setiap hari dan membantunya untuk selesai tepat waktu.

2. Longgarkan waktu tidur.


Biarkan anak anda untuk tidur lebih lama saat akhir pekan atau libur sekolah.

3. Berkonsultasilah dengan pihak sekolah.


Terbukalah dengan sekolah tentang masalah anak anda. Mungkin banyak orang tua disekolah anak anda yang mengalami masalah yang sama dengan anda. Usulkan apakah mungkin untuk mengatur jadwal pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak dan remaja?

Ingat bahwa kurang tidur tidak hanya menghalangi keberhasilan sekolah, tetapi juga menimbulkan gangguan kesehatan. Ketika anak kurang tidur, maka sistem saraf mereka terganggu, ini menyebabkan timbulnya penyakit dan gangguan-gangguan kesehatan lainnya.




READ MORE - Fenomena Modern - Anak Anda Kurang Tidur

Dimana Lagu Anak-Anak?

Selasa, Oktober 13, 2009

Dewasa ini perkembangan musik di Indonesia sudah semakin pesat. Persaingan industri musikpun semakin ketat. Banyak band dan penyanyi baru bermunculan, dari yang merangkak dari nol sampai yang karbitan. Tetapi ada ironi yang akan saya soroti disini. Dari sekian banyak lagu populer sekarang, semuanya sebagian besar adalah lagu-lagu untuk remaja dan orang dewasa. Kenapa saya berpendapat seperti ini, karena kebanyakan lirik populer yang diusung adalah masalah percintaan, patah hati, selingkuh, dan ungkapan masalah-masalah orang dewasa lainnya.



Kenyataannya tidak semua penduduk di Indonesia adalah orang dewasa, banyak diantara mereka adalah anak-anak yang juga dapat dikategorikan sebagai penikmat musik juga. Sehingga dengan kurangnya musik yang diperuntukan untuk mereka (anak-anak), maka terpaksa anak-anak mendengarkan dan bahkan menyanyikan lagu-lagu populer sekarang yang notabene untuk orang dewasa.



Lucu memang jika kita melihat anak usia balita menyanyikan lagu-lagu dewasa. Dengan kemampuan verbal mereka yang masih kurang, mereka mengucapkan kata-kata yang terdapat dalam lirik lagu tersebut. Ya, mereka hanya sekedar menyanyi memang karena belum mengetahui apa sebenarnya isi dan tujuan dari lagu yang sedang dinyanyikannya. Padahal mereka butuh lagu-lagu yang mengandung unsur pendidikan dan pembelajaran, mulai dari pendidikan etika dan moral, warna, benda-benda, bilangan, operasi hitung, aksara, dan konten-konten lain yang memang spesial untuk mereka.

Saya ingat jaman saya kecil dulu banyak sekali lagu-lagu anak di Indonesia, sehingga sayapun menyanyikan lagu-lagu tersebut. Sekarang penyanyi favorit saya sudah dewasa dan menyanyikan lagu dewasa pula, yah itu wajar. Pertanyaannya apakah tidak ada penerusnya? Dimana para pencipta lagu-lagu populer sekarang yang menciptakan lagu untuk anak-anak? Bahkan acara disalah satu stasiun televisi nasional yang menayangkan acara pencarian bakat menyanyi untuk anak-anak, merekapun menyanyikan lagu-lagu dewasa.

Ini mungkin sebagai PR bagi para musisi Indonesia. Ayo dong, buat lagu untuk anak-anak.... Biarkan anak-anak menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan dunia bermain mereka.




READ MORE - Dimana Lagu Anak-Anak?

Bagaimana Matematika Diajarkan Di Romawi ?

Jumat, September 25, 2009

Sistem pendidikan Romawi sangat mirip dengan Yunani, tapi penekanan pada subjek dan isi materi yang harus dipelajari sangat berbeda. Anak-anak Romawi belajar di rumah sampai sekitar usia dua belas tahun, dan mungkin belajar hal-hal yang serupa dengan orang Yunani, huruf, musik dan, pada tahap ini, proporsi yang lebih besar dan penghitungan aritmatika dasar, baik menggunakan sempoa dan jari-jari mereka.

Pada usia dua belas anak laki-laki kemudian akan maju ke sekolah Sastra di mana mereka akan belajar tata tulis dan unsur-unsur Logika, Retorika dan Dialektika. Seperti halnya dengan Yunani, banyak anak-anak Roma akan belajar Matematika lebih sedikit daripada apa yang mereka peroleh dari pelajaran di rumah mereka kecuali diperlukan oleh pekerjaan mereka. Ini tidak selalu terjadi, bagaimanapun, dan anak laki-laki sering juga menghadiri pelajaran yang diberikan oleh seorang guru Matematika khusus. Ini, karena semata-mata alasan praktis, akan diajarkan melalui beberapa contoh dan perhitungan berdasarkan kebutuhan mereka.


calon dokter di abad ke-2 bahwa mereka seharusnya telah mempelajari mata pelajaran bervariasi seperti Kedokteran, Rhetoric, Musik, Geometri, Aritmatika dan Dialektika, Astronomi, Sastra dan Hukum


Pandangan masyarakat Romawi tentag pendidikan matematika terlihat pada pekerjaan Quintilian, dimana ia menyarankan Geometri adalah materi pokok yang harus dipelajari. Ada dua alasan yang mendasari pemikiran ini, yaitu :
  • geometri mengandung pelatihan mental melalui proses berpikir logis dari aksioma dan bukti-bukti.

  • penggunaan geometri dalam diskusi politik, pertanyaan seputar pengukuran adalah sangat penting.

Mereka belajar seni berbicara, oratorio, dan sains dengan cara mempekerjakan ahli-ahli filsafat. Banyak teks yang membuktikan proses ini. Vitruvius misalnya, dia menulis sebuah buku tentang arsitektur. Ini menunjukan bahwa murid-murid saat itu harus menguasai materi geometri, optik, aritmetika, astronomi, dan lain-lain. Galen merekomendasikan kepada calon dokter di abad ke-2 bahwa mereka seharusnya telah mempelajari mata pelajaran bervariasi seperti Kedokteran, Rhetoric, Musik, Geometri, Aritmatika dan Dialektika, Astronomi, Sastra dan Hukum.

Dan ada orang lain, Varro dan Seneca hanya dua yang merekomendasikan Geometri dan Aritmatika sebagai materi yang diperlukan. Boethius menggunakan bakat sastra dalam menulis dan menerjemahkan teks-teks Yunani ke dalam bahasa Latin. Pemahamannya tentang matematika agak terbatas, meskipun teks matematikanya ini termasuk di antara yang terbaik yang tersedia untuk orang Roma dan banyak digunakan.

Pendapat yang buruk tentang matematika ini mungkin disebabkan sebagian profesi yang menuntut belajar matematika atau ilmiah. Profesi ini umumnya dianggap 'liberal' dan memandang rendah matemaika. Yang memerlukan tingkat lanjutan Logic, Rhetoric dan Oratorio jauh lebih disukai. Sikap ini tercermin dalam yang ditemukan di Britania sepanjang Abad Pertengahan dan Renaisans tahun, dan hanya baru-baru ini telah berubah.

READ MORE - Bagaimana Matematika Diajarkan Di Romawi ?

Bagaimana Matematika Diajarkan Di Yunani Kuno?

Kamis, September 17, 2009

Siapa bilang matematika hanya diajarkan di sekolah modern saja? Ternyata matematika telah diajarkan pada jaman kuno juga. Pada artikel ini, saya akan menulis bagaimana matematika diajarkan di Yunani Kuno. Ternyata pada jaman itu matematika sudah diajarkan di kelas-kelas dan menjadi mata pelajaran yang dianggap penting. Tentu penting disini disesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu dan tergantung dari suku bangsanya.


Di Yunani kuno, pembelajaran matematika sangat beragam antar negara bagian. Di wilayah Sparta, para pemuda dimasukan ke lembaga-lembaga militer untuk dilatih menjadi prajurit (tentara) dan ahli strategi perang. Sedangkan di Athena mereka belajar secara mandiri, maksudnya mereka yang ingin belajar, mengundang seorang guru untuk datang ke rumah dan mengajar materi matematika. Ya seperti les privat sekarang ini. Tidak hanya matematika saja yang dipelajari, tetapi juga senam dan musik. Lho kenapa mereka belajar matematika bersamaan dengan senam dan musik? Itu berlandaskan pada tujuan pembelajaran mereka yang ada pada 'kurikulum' pada jaman itu yaitu mencapai kesempurnaan hidup baik secara fisik maupun mental.

Di wilayah Sparta, para pemuda dimasukan ke lembaga-lembaga militer untuk dilatih menjadi prajurit. Sedangkan di Athena mereka belajar secara mandiri.


Di Yunani kuno, pembelajaran matematika memiliki struktur yang berbeda dengan sekarang. Perbedaan yang utama adalah Geometri dan Aritmetika diajarkan secara terpisah. Bahkan untuk aritmetika sendiri diajarkan secara terpisah, yaitu yang diperuntukan bagi sekolah umum (kelas menengah dalam strata sosial / piyayi), para tukang dan seniman yang membutuhkan banyak perhitungan rumit. Materi pembelajaran yang diajarkan dikhususkan pada kebutuhan mereka untuk membangun bangunan, perdagangan, dan beberapa seni pembuatan patung.

Bentuk kelas aritmetika yang kedua adalah 'ilmu angka'. Pembelajaran ini diperuntuan bagi masyarakat kelas menengah keatas yang memiliki banyak waktu dan uang untuk belajar ilmu matematika lebih dalam.

Seperti telah ditulis diawal tulisan, di Athena proses pembelajaran berlngsung di rumah dengan cara mengundang seorang guru untuk mengajar. Proses pembelajarannya diawali oleh orang tua kepada anaknya, atau oleh seorang budak yang terpelajar. Biasanya pada tahap tersebut mereka belajar menulis, membaca, musik, senam, dan sedikit aritmetika. Nah, setelah mereka berusia 12 tahun, mereka dimasukan ke sebuah sekolah. Disekolah ini mereka akan belajar dasar-dasar tata tulis, logika, dan retorika. Pada akhir tahap ini, kebanyakan dari mereka melanjutkan untuk mempelajari aitmetika.

Ada dua cara yang bisa mereka ambil untuk belajar lebih lanjut.
Pertama, mereka mengundang seorang sofis / orang pintar (bukan dukun!) untuk datang dan mengajar mereka. Yang kedua adalah mengikuti atau masuk ke sebuah perguruan tinggi atau akademi.
Pada saat itu ada beberapa akademi yang ada, diantaranya adalah akademi yang didirikan oleh Plato, Aristoteles, dan Phytagoras.

Sekolah Phytagoras.


Didirikan pada tahun 518 SM di Croton. Disini lahir ilmu-ilmu hitung dan geometri yang dipakai sampai sekarang. Disekolah ini ilmu bilangan dipelajari secara detil dan menjadi mata pelajaran favorit. Mereka juga belajar tentang bangun-bangun geometri. Mereka percaya bahwa segala sesuatu didunia ini bisa dihitung secara matematis. Misalnya senar pada alat musik menghasilkan nada yang berbeda (Mathematical Sciences).

Phytagoras juga percaya bahwa jiwa manusia dapat menjadi murni dan menuju kepada ilahi melalui pemikiran filosofis dan mempraktekan pola hidup yang ketat. Hal ini disebabkan karena matematika mempunyai pandangan yang ekstrim tentang kehidupan dan pada saat itu banyak sekali perang antar negara. Mereka percaya dengan mempelajari matematika bisa menjadi manusia yang beradab dengan menciptakan imu-ilmu hitung dan mengembangkan pengetahuan mereka akan misteri hidup.

Plato's Academy


Sekolah ini adalah sekolah paling lama yang ada, berlangsung lebih dari 900 tahun dan ditutup pada jaman Kaisar Justinian pada 529 karena dianggap sebagai sekolah yang mengajarkan ilmu-ilmu pagan. Tujuan dari berdirinya sekolah ini adalah mendidik para politisi dan negarawan Athena.

Pemikiran-pemikiran Plato mengenai matematika dalam kehidupan dan pendidikan jauh lebih ekstrim dari pada Phytagoras, terlihat pada hukum-hukum yang ditelurkannya. Dikemudian hari ilmu matematika ini dijadikannya dasar untuk berpikir filosofis, dia mengharuskan siswanya belajar matematika selama 10 tahun sebelum belajar filsafat. Dia percaya langkah ini diperlukan untuk melatih pemikiran logis siswanya. Karena pemikiran logis tidak hanya diperlikan di filsafat saja melainkan juga dalam ilmu politik.

Lyceum Aristoteles


Sekolah ini memiliki kurikulum yang lebih luas dan mementingkan pada ilmu alam (science). Tidak berbeda dengan dua sekolah diatas, hanya forum diskusi menjadi bagian terpenting di sekolah ini. Para siswa sering mendiskusikan berbagai masalah dengan para guru ataupun dengan siswa yang lain. Ide dari sekolah ini kemudian digunakan

Bagaimana menurut anda?
Apakah pembelajaran matematika sekarang ada 'sedikit' perbedaan dengan pembelajaran matematika pada saat itu?

READ MORE - Bagaimana Matematika Diajarkan Di Yunani Kuno?

10 Tips Mengikuti Ujian

Sabtu, September 12, 2009

Ketika kamu sedang mengikuti ujian atau tes, sebenarnya kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Oleh karena itu kamu harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar bisa mengikuti ujian dengan lancar.

Namun ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu pada saat mengikuti ujian. Nah, kondisi-kondisi tersebut dapat mempengaruhi hasil tes atau ujianmu. Tidak mau kan kalau hasil ujian kamu jadi jelek hanya karena faktor diluar kemampuanmu dalam memahami materi, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu pakai sebelum mengikuti ujian.


1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.


Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2. Tenang dan percaya diri.


Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Santai tapi tetap menjaga konsentrasi.


Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Amati soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)


Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.


Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.


Mula-mula, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.


Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian berilah nomor ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.


Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.


Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisa hasil ujianmu.


Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.


Selamat mencoba dan semoga berhasil di ujianmu.
Mungkin saya ada yang lupa tentang tips diatas, mungkin pembaca ada yang ingin menambahkan siahkan...

READ MORE - 10 Tips Mengikuti Ujian

Cara Menghindari Keraguan

Sabtu, Agustus 22, 2009

Keraguan sering kita temui dikala kita ada disaat pengambilan keputusan. Banyak diantara kita yang tidak jadi untuk memilih atau mengambil keputusan karena keraguan ini. Sebenarnya ada tidak metode untuk mengindari atau bahkan mungkin enghilangkan keraguan ini? Silahkan baca artikel berikut ini.


Cobalah dengan suatu proyek sederhana sebagai uji coba. Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaab berikut ini untuk mengetahui proses anda.

Apa yang ingin anda lakukan?
- Apakah tujuan dari proyekmu itu?
- Langkah apa saja yang perlu dilakukan?
- Dan sejauh ini, apa yang telah kamu lakukan?

Mengapa anda mau melakukan ini?
- Apa motifasi utama kamu?
- Apa keuntungan yang kamu dapat?

Buat list apa yang anda punya.
- Apa kemampuan atau skill kamu?
- Referensi apa diluar kamu yang dibutuhkan?
- Apa yang terjadi jika kamu gagal?
- Apa yang akan kamu lakukan jika kamu gagal?

Buat daftar rencana anda.
- Apa yang telah aku lakukan?
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
- Buat sebuat progress report ( timeline )

Pengakuan.
- Apakah kamu menghargai proses daripada hasil?
- Bagaimana sikap kamu terhadap gangguan?
- Apa yang kamu lakukan jika mentok? frustasi?
- Bayangkan jika kamu berhasil.

Kalau keraguan adalah kebiasaan dalam hidup anda, lupakan itu semua. Berpusatlah pada proyek atau hal yangsedang anda kerjakan sekarang.




READ MORE - Cara Menghindari Keraguan

Cara Belajar Yang Efektif

Tujuan dari belajar yang efektif adalah mengetahui diri sendiri, kemampuan diri sendiri, proses yang diperlukan, dan minat pada apa yang ingin dipelajari. Anda yang mungkin belajar matematika dengan mudah tetapi tidak bisa belajar sepak bola, atau sebaliknya. Belajar adalah proses untuk mencapai tahap tertentu.

Berikut ini ada empat langkah untuk belajar secara efektif :
Silahkan copy pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dan mulailah jawab satu persatu.


Dimulai dengan masa lalu.
Bagaimanakah biasanya kamu belajar? Apakah kamu :
- senang membaca?
- memecahkan masalah?
- menghafal?
- bercerita / berpidato?
- mengetahui cara untuk meringkas?
- bertanya tentang apa yang kamu pelajari?
- meninjau kembali?
- punya akses ke sumber belajar?
- menyukai ketenangan?
- memerlukan waktu lama untuk belajar?

Masa sekarang.
- berminatkah pada apa yang kamu pelajari?
- berapa banyak waktu yang digunakan untuk belajar?
- adakah hal lain yang mengganggu?
- apakah aku punya rencana?

Persoalan Utama (pertimbangkan proses).
- apa yang sedang saya pelajari?
- apa kata kuncinya?
- apa saya memahaminya?
- apa yang telah saya ketahui?
- apa relefansi dengan pelajaran yang lain?
- sumber info mana yang bisa membantu?
- berapa sumber yang saya punya?
- sumber mana andalan saya?
- apa perlu sumber lain?
- apa saya mengerti waktu belajar?
- apa saya merubah tempo belajar saya?
- jika mengerti, apa saya tanya mengapa?
- apa saya berhenti dan meringkas?
- apa saya berhenti dan bertanya apa ini logis?
- apa saya berhenti dan mengevaluasi?
- apa saya butuh waktu untuk berpikir lagi?
- apa saya berdiskusi dengan "pelajar" lain?

Buat sebuah review.
- apa yang saya lakukan benar?
- apa saya bisa melakukan lebih baik lagi?
- apa rencana saya?
- apa saya disiplin dengan diri sendiri?
- apa saya berhasil?
- apa aku merayakan keberhasilanku?


Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan diatas, dan mudah-mudahan anda menemukan cara belajar anda sendiri.
Jika ada kritik atau saran, silahkan tulis di kolom komentar.



READ MORE - Cara Belajar Yang Efektif

Belajar Efektif

Frasa berpikir efektif mungkin sudah sering kita dengar. Tapi bagaimana menerapkannya kadang menjadi masalah tersendiri. Berikut adalah penjabaran dari berpikir efektif.

Bertanggung jawab akan diri sendiri.
Bertanggung jawab adalah tolak ukur yang sederhana untuk menilai skala prioritas, dan pengaturan waktu dalam melaksanakan suatu proses belajar.



Bertumpulah pada prinsip yang dipercaya.
Kadang ada hal-hal ataupun pendapat orang lain yang mempengaruhi pola pikir kita. Jangan terpengaruh, berusahalah konsisten dengan apa yang menjadi prinsipmu.
Selesaikan pekerjaan atau tugas yang paling penting.
Kembali kepada skala prioritas. Kadang hal penting yang mestinya kita selesaikan menjadi terlupakan kala ada hal lain yang lebih menarik perhatian kita. Hati-hati, konsentrasilah...
Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi).
"Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.
Semoga tulisan ini berguna bagi anda yang membaca, dan kalau anda ada ide atau kritik silahkan tulis di kolom komentar.


READ MORE - Belajar Efektif

Berpikir Yang Cerdik

Kamis, Agustus 20, 2009

"Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristoteles dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik."
Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. "Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah."




Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain.

Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.


Bayangkan!



Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.


Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.


Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.












Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.

Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.


Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda.

Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.




Berpikir secara berlawanan.

Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.



Berpikir secara metafor.

Aristoteles menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.



Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.

Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??







READ MORE - Berpikir Yang Cerdik

How To Become A Strong Math Student?

Sabtu, Juli 18, 2009

In my high school days, I had spent most of my time in coaching classes to study Number theory and other mysterious divisions of Math. My teacher was not only brilliant in Math, but also knew how to create a strong Math student. That is why I am today a good mathematician, hahahahhaaaaa...... He taught Math using a discovery method that motivated exploration and guided us to become strong math students. Further, read this article to learn and know how you can be good at Math.


Create a fun atmosphere:

For me, environment is more potent than willpower. Indeed, a good surrounding motivates you to learn more and more, instead of boring you. If you feel boring when you do sums, then go to local Math Club every Saturday. Here, you can practice Math along with your friends and other fellow students, who bring joy in your mind and consecutively, you will enjoy doing sums ever.

Define Success:

It is often helpful to define success in your mind. Success for you might be to be good at solving algebra sums, studying the multiplication table, or even perhaps, to achieve a specific score in the Math exam. Or else, success may be an enlarged self-esteem or confidence, during the math exams. Be clear on what you wish to attain, note down the results as far as possible, review and modify them whenever needed, and surely you will excel in your way to Math success.

Develop Helpful Plan:

Once you define success to achieve, put it in action with simple calculation ideas such as:

a. Draw multiplication table, and say each table orally twice.

b. Look at the patterns mentioned in the table, which make things easier to learn.

c. Use scorecards such as flash cards to learn the fundamental Math facts.

d. Try to create own flash cards.

Identify Favored Learning Style:

If you make up your mind for a particular and preferred learning manner, you would not find it difficult to learn Math at all. If you like numerous learning manners, then attempt a multi-sensory approach. This includes the following multiple approaches:

a. Using different kinds of colors to learn.

b. Using graphs, pictures, flowcharts, diagrams and other illustration tools.

c. Writing textual matter on a white panel.

d. Copying the textual matter into notebooks.

e. Orally saying what you are learning.

f. Explain to others or to yourself, what you have learned.

g. Using manipulative to pursue the kinesthetic logic.

Suggestion for Teachers:

Do not go-it alone to help your students. Ask their friends, parents and others to help them out when they face problems in solving sums. Get some web sites and books as virtual approach to teach Math efficiently. If possible, join some online forums to share knowledge in this regard.

Things that you may find helpful to be a strong math student are:

1. Set routine timetable for doing sums. Unplug the telephone line and go away from PC while practicing Math to lessen distractions.

2. Have a regular space for doing sums. It could be your favorite room or even a specific table in the hall.

3. Collect your entire Math stuffs at one place. This includes pencils, pen, compass, sharpener, protractor, textbook, notebook and, homework project.

4. Write down the goals to obtain, so that you know what exactly you are intending to attain at your ideal learning place in the time that you have reserved.

Becoming a strong math student is in your hands, so be thorough with all above techniques to become a strong and intelligent math student. Best of luck!!!

READ MORE - How To Become A Strong Math Student?

Youtube Keluarkan Chanel Khusus Pendidikan

Jumat, Juni 19, 2009

Kabar gembira bagi para siswa dan guru di seluruh dunia, sekarang Youtube telah meluncurkan channel khusus video pendidikan, Youtube EDU .

Beragam video yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran disatukan di channel tersebut. Konten-konten yang ada berasal dari100 lebih universitas dan institusi pendidikan lain, termasuk MIT, Yale, Harvard, Stanford, UC Berkeley, UCLA dan lain sebagainya yang kebanyakan di USA.

Youtube EDU menyediakan konten yang beragam, lalu fitur-fitur pendukung video terutama subtitle/ caption yang dapat membantu penonton lebih mengerti materi yang dibawakan.

Semakin banyak maka semakin baik, layanan yang menyediakan konten pendidikan gratis makin banyak bermunculan. Semoga ini menjadi kabar baik bagi penyebaran ilmu pengetahuan yang terjangkau bagi semua orang dan menarik untuk melihat perkembangan layanan-layanan tersebut kedepannya.

READ MORE - Youtube Keluarkan Chanel Khusus Pendidikan

EFFECTS OF COLD WATER

Sabtu, Mei 30, 2009

Nih aku dapat dari room sebelah nih....





Bagi anda yang menyukai air dingin, artikel ini sangat bermanfaat bagi anda. Memang menyenangkan bila kita meminum air dingin setelah makan. Namun, air dingin akan membekukan makanan berminyak yang baru anda konsumsi. Hal ini akan memperlambat pencernaan. Sekali saja “ mengendap” bereaksi dengan asam, akan merusak dan diserap usus lebih cepat dari pada makanan padat. Dan akan membatasi usus. Segera setelah itu, akan menimbun menjadi lemak dan menjadi penyebab kanker.
Lebih baik untuk meminum air panas atau hangat setelah makan.
Catatan penting tentang serangan jantung – anda harus mengetahui bahwa tidak setiap gejala serangan jantung akan melukai lengan sebelah kiri. Waspadalah jika anda merasa sakit pada kerongkongan. Anda mungkin tidak akan pernah merasa sakit pada bagian dada selama serangan jantung berlangsung. Rasa mual dan keringat yang bercucuran juga menjadi gejala umum. 60 persen orang yang mengalami serangan jantung pada saat tidak sadarkan diri atau tidur tidak pernah terbangun. Rasa sakit pada tenggorokan dapat membangunkan anda dari tidur anda yang nyenyak.
Mari berhati-hati dan waspada. Semakin kita tahu semakin baik untuk kita bertahan.
READ MORE - EFFECTS OF COLD WATER

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.

Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur di Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir.Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen
100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua
anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia. Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan. Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh manapenyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberikan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka. Acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukansecara internasional , yang menyatakan bahwa :

1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal inidiajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ? Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini, sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas).. Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound (Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue
dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di
Indonesia. Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat berat. Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan
yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. (maaf, ini bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)

1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)

1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram. Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ? Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA?

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang tua dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan "ons dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran sistem
timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang benar. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini.

Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, silahkan menanyakannya langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai Metrologi setempat dikota anda berada.

Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan mau berpar-tisipasi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia.

READ MORE - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

 
 
 

Archives


 
Copyright © SUMBER BELAJAR |