Tampilkan postingan dengan label Finansial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Finansial. Tampilkan semua postingan

Merancang Pensiun

Sabtu, Oktober 02, 2010

Banyak dari kita sudah mendengar istilah pensiun. Apa sebenarnya pensiun? Menurut saya pensiun adalah kondisi pada saat kita bisa mendapatkan pasif income walaupun kita tidak bekerja sama sekali. Income ini ada sebagai upah / penghargaan atas jasa kita bekerja.

Pada posting kali ini, saya hanya akan bertanya kepada pembaca sekalian, pertanyaannya adalah : Perlukah kita merancang pensiun? Pertanyaan sederhana yang sangat beragam jawabannya. Berikut ini adalah contoh dari jawaban-jawaban tersebut :

  1. Tidak perlu, karena saya kan PNS, maka saya pasti mendapatkan pensiun.
  2. Tidak perlu, karena aset saya terus berkembang sehingga sangat cukup untuk membiayai hari tua saya.
  3. Tidak perlu, karena perusahaan saya memberikan pesangon yang cukup besar ketika saya pensiun nanti.
  4. Perlu, karena gaji saya terbatas setiap bulannya, sehingga saya haru menabung dengan ketat untuk mempersiapkan dana pensiun saya.

Silahkan tulis jawaban andamelalui kolom komentar. Terimakasih partisipasinya.

Technorati Tags:
READ MORE - Merancang Pensiun

Manusia Dan Uang

Selasa, Maret 30, 2010

Uang, jika kita mendengar kata itu beragam kita menyikapinya. Ada yang seneng karena bisa mendapat banyak (uang), ada yang merana karena sama sekali tidak mendapatkannya. Bagi orang yang penghasilannya pas-pasan berusaha setengah mati untuk mendapatkan banyak uang. Yang pendapatannya kurang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Memang tidak semua orang seperti itu, seperti kata saya didepan.... kebanyakan...

Dari jaman kuno sampai sekarang, orang masih banyak yang ribut masalah uang. Ada yang menggunakan biasa saja untuk mendapatkan uang, tetapi ada pula yang menggunakan cara yang luar biasa. Jika kita punya banyak uang, maka nyaman sekali hidup kita. Oleh sebab itu, demi kenyamanan tadi orang-orang berlomba untuk mendapatkan "syarat" untuk nyaman tersebut. Apalagi kalau bukan uang. dengan uang kita bisa membangun aset, aset inilah bekal kita meneruskan hidup. semakin banyak aset terkumpul, semakin mantap kita menapaki laju kehidupan. bahkan mungkin untuk generasi penerus kita.

Mari kita runut. Semua orang yang bekerja pasti bertujuan untuk mencari uang. Uang ini digunakan untuk memenuhi keperluan hidupnya. Jika lebih, maka akan ditabung dengan berbagai macam motifasinya. Ada yang untuk membangun aset, mempersiapkan pendidikan anak, pensiun dll, tergantung dari pribadi masing-masing.

Semua bekerja demi uang. Jika kita bekerja, baru kita mendapatkan uang. Kalo tidak kerja ya tidak dapat konsekuensinya. Kata para financial planer kita bekerja demi uang, tapi bagaimana caranya nanti uang bekerja untuk kita. Hmmm....pemikiran yang menarik...

Yah...memang kenyataannya tidak ada yang gratis disekitar kita. Uang menjadi patokan dalam berelasi sampai membuat kebijakan dan kesepakatan. Sama-sama untung, istilah yang sering dipakai. Kita semua pasti punya mimpi yang sama bahwa kita ingin hidup dengan nyaman. Syaratnya ya punya uang tadi.

Mungkin tulisan ini membingungkan, karena saya bukan ahli ekonomi. Hanya ingin menulis saja apa yang sedang saya pikirkan hari ini. Jika ada yang mau membaca tulisan saya ini, terima kasih, atau bahkan menanggapi dengan memberikan ide-ide ceperlang tentang uang saya sangat mengharapkan itu.

Semoga bermanfaat.
READ MORE - Manusia Dan Uang

Mengapa Orang Takut Membeli Asuransi

Senin, Maret 29, 2010

Asuransi??? Hmmm...ntar dulu deh..... Itu mungkin komentar kita jika ada agen asuransi yang menawarkan produk-produk asuransi kepada kita. Ada banyak hal yang membuat kita ( masyarakat ) takut untuk membeli produk-produk asuransi. Pada posting kali ini saya coba mengulas beberapa hal yang membuat masyarakat takut membeli produk asuransi.

1. Belum merasa butuh asuransi.
Pada poin ini, banyak orang yang merasa dirinya tidak membutuhkan perlindungan, kebanyakan alasan mereka adalah :
  • Masih muda, maka mereka merasa masih bisa hidup lama. Sehingga mereka menolak untuk membeli polis asuransi jiwa misalnya. Untuk masyarakat golongan ini, mereka mungkin tidak sadar bahwa kematian bisa terjadi sewaktu-waktu.
  • Belum punya uang, mereka keberatan dengan beban premi yang wajib dibayarkan jika memiliki polis asuransi.
  • Masih sehat, mereka berpikiran bahwa memiliki polis asuransi jika mereka sudah sakit-sakitan, sehingga bermanfaat bagi mereka.
  • Belum memikirkan masalah warisan. Persepsi masyarakat akan warisan adalah sejumlah aset yang akan diberikan kepada keturunannya ketika nanti mereka meninggal. Biasanya berupa tanah atau rumah.
2. Ketidakpercayaan dengan perusahaan pengelola asuransi.
Banyak kejadian buruk yang dialami oleh masyarakat yang telah memiliki polis asuransi, sehingga berdampak pada masyarakat lain. Misalnya :
  • Perusahaan asuransinya dilikuidasi / bangkrut.
  • Uang premi dibawa kabur oleh agen.
  • Claim yang lama turunnya atau malah tidak turun sama sekali.
  • Ada yang mau menambahkan??
3. Kesadaran akan pentingnya perlindungan.
Poin ini mungkin berhubungan dengan poin pertama diatas. Kesadaran akan pentingnya perlindungan akan yang dimiliki seseorang belumlah merata. Banyak orang diluar sana yang merasa bahwa membeli produk asuransi seperti dirampok, karena beranggapan uang mereka akan hilang.

Mungkin masih ada lagi ketakutan lain yang belum saya tulis. Diantara anda mungkin ingin menambahkan pengalaman anda tentang asuransi baik jika dibagikan kepada saya dan pembaca lain.

Yah... semua kembali pada pendapat anda tentang asuransi. Mau mengatakan asuransi itu penting, silahkan. ma menolak juga silahkan. Tetapi mungkin yang sebaiknya kita lakukan adalah tetap menyikapi dengan positif ketika ada agen asuransi yang menawarkan produknya. Pelajari dengan seksama siapa tahu ada produk yang menguntungkan bagi kita.
READ MORE - Mengapa Orang Takut Membeli Asuransi

10 Cara Mengatur Keuangan Anda

Minggu, Maret 21, 2010

Banyak orang (mungkin hampir semua) memiliki masalah keungan. Dan banyak diantara mereka (termasuk saya) sebenarnya bermasalah pada cara mengatur keuangan. Iseng-iseng browsing saya menemukan cara ini yang saya rangkum menjadi 10 cara mengatur keuangan dengan tujuan menstabilkan antara pendapatan dan pengeluaran-pengeluaran.

Berikut ini adalah 10 cara mengatur keuangan tersebut :

1. Buat daftar pengeluaran rutin.
Saya biasanya berbelanja atau membayar tagihan asal saja, artinya saya hanya membayar tanpa membuat daftar apa saja yang telah atau akan saya bayar. Akibatnya saya tidak mengetahui berapa besar pengeluaran saya setiap bulannya (karena pendapatan saya diterima bulanan). Banyak yang menyarankan agar saya membuat daftar pengeluaran rutin saya sehingga saya bisa memilih kebutuhan mana yang bisa saya kurangi jika ternyata pendapatan saya tidak mencukupi.

2. Kurangi hutang.
Biasanya kalau uang saya tidak mencukupi kebutuhan saya, maka saya mengambil hutang. Memang, masalah saya di bulan ini selesai, tapi bagaimana dengan bulan depan? Yah...taguhan saya bertambah...

3. Pastikan kita mempunyai polis asuransi
Lho...kok malah asuransi??? Iya, pengalaman saya, kejadian mendadak seperti sakit adalah beban finansial baru. Karena dalam daftar saya tidak ada perencanaan jika saya sakit. Lalu mengapa asuransi? Karena jika saya mengalokasikan dana di bank, maka jika saya sakit dana saya akan berkurang. Tetapi dengan memiliki polis asuransi maka dana tabungan saya akan tetap aman.

4. Prioritaskan tujuan kita.
Ini yang susah. Karena tujuan pengalokasian uang tergantung pada pribadi masing-masing. Misalnya untuk lajang yang belum menikah, alokasi dana banyak ke belanja, main sama teman, atau hal-hal lain. sedangkan untuk orang yang sudah menikah dan punya anak alokasi dana ke kredit rumah misalnya, pendidikan, pensiun, dll. Pertanyaannya bisakah kita merencanakan dana untuk rumah, pendidikan anak, pensiun pada saat kita masih lajang dan belum menikah?

5. Mulai belajar untuk berinvestasi
Mencari informasi tenang tempat berinvestasi adalah mudah dan tidak menyita banyak waktu. Jadi tidak ada salahnya kalau kita mulai mencari inormasi tempat-tempat berinvestasi yang sesuai denga kebutuhan hidup kita.

6. Mulailah berinvestasi.
Jika kita sudah menemukan tempat berinvestasi yang pas, segeralah berinvestasi. Karena terlambat adalah kondisi yang sangat tidak menguntungkan.

7. Investasikan dana secara taratur.
Ya investasi bertujuan jangka panjang. Sebaiknya digunakan sesuai dengan tujuan dari kita berinvestasi. Konsisten.

8. Investasikan dana di banyak sumber.
Analoginya jika kita mencari sumber air, buat sumus sebanyak-banyaknya. Jika satu sumur kering, maka masih ada sumur yang lain.

9. Pantau investasi kita.
Lihat secara teratur perkembangan investasi kita.

10. Pikirkan generasi berikutnya.
Alokasikan dana dan rencanakan untuk membuat warisan.

Mungkin cara diatas sudah banyak yang tahu, ya sekedar mengingatkan saja untuk anda yang menbacanya.

Semoga bermanfaat.
READ MORE - 10 Cara Mengatur Keuangan Anda

 
 
 

Archives


 
Copyright © SUMBER BELAJAR |