Perjalanan Sejarah Kerajaan Kuno Di Indonesia (part 3)

Senin, Oktober 05, 2009

Sampai pada bagian ketiga dari artikel tentang Sejarah Perjalanan Kerajaan Kuno Di Indonesia.

Sekitar 1377 M


Majapahit mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Palembang dan berhasil menjajahnya.

Raja Palembang pada saat itu mengirimkan duta ke Cina untuk meminta bantuan tentara dan meminta perlindungan dari serangan Majapahit. Kaisar Cina menyetujui permintaan tersebut dan mengirimkan petugas untuk melindungi Palembang. Namun jauhnya jarak kedua kerajaan menjadi masalah tersendiri. Ketika petugas tersebut sampai di Palembang, Palembang sudah dijajah majapahit, dan semua petugas yang dikirim oleh Kaisar Cina dieksekusi.




Sekitar 1387 M


Empu Jamatka mendirikan Kerajaan Banjarmasin


Sekitar 1389 M


Hayam Wuruk meninggal dan anaknya Wirabhumi meneruskan tahta pemerintahan Majapahit.


Sekitar 1400 M


Kerajaan Islam berdiri di Aceh.


Sekitar 1401 M


Perang saudara dimulai di Majapahit. Banyak pemberontak yang menyerang tentara Majapahit. Dengan banyaknya pemberontakan ini pasukan Wirabhumi menjadi banyak berkurang.

Prameswara, seorang pangeran dari Palembang (dia juga keturunan Sailendra) diusir dari Palembang ke Tumasik (sekarang menjadi Singapura) yang dipimpin oleh seorang Kepala Daerah diawah pemerintahan Raja Siam. Prameswara membunuh Kepala Tumasik untuk merebut kekuasaan atas Tumasik.


Sekitar 1402 M


Atas perbuatannya, Prameswara diusir dari Tumasik oleh Raja Pahang yang berindak at nama Raja Siam. Prameswara dengan para pengikutnya kemudian mendirikan Kerajaan Malaka di pantai barat Malaya.


Sekitar 1404 M


Prameswara mengirimkan duta ke Cina untuk meminta perkindungan.


Sekitar 1405 M


Cheng Ho, Seorang admiral Cina sampai di Semarang.


Sekitar 1406 M


Wirabhumi terbunuh. Perang saudara di Majapahit selesai.


Sekitar 1409 M


Cheng Ho mengunjungi Malaka untuk pertama kalinya.


Sekitar 1411 M


Prameswara pergi ke Beijing.


Sekitar 1414 M


Prameswara memeluk Islam, dan mengubah namanya menjadi Iskandar Syah. Setelah menikahi saudara Sultan Pasai, Malaka berubah menjadi Kesultanan.

Masjid pertama ditemukan di Kepulauan Ambon


Sekitar 1419 M


Iskandar Syah dari Malaka mengunjungi Cina untuk meminta bantuan tentara melawan Siam


Sekitar 1424 M


Iskandar Syah meninggal. anaknya yang bergelar Sri Maharaja segera mengunjungi Cina untuk meminta perlindungan.


Sekitar 1427 M


Ratu Suhita mewarisi kerajaan Majapahit dari Wikramawardhana.


Sekitar 1445 M


Pemberontakan kaum Hindu di Malaka berhasil ditekan.

Serangan Kerajaan Thai ke Malaka digelar kembali.


Sekitar 1446 M


Muzaffa Syah memimpin penyerangan ke Malaka dan berhasil merebut tahta.


Sekitar 1447 M


Kertawijaya, saudara Suhita menjadi Raja Majapahit. Dia mengubah Majapahit menjad Kerajaan Islam karena pengaruh istrinya, Darawati, seorang ratu dari Champa (sekarang Vietnam).

Sunan Ampel, saudara sepupu Kertawijaya, menyebarkan Islam di daerah Surabaya.


Sekitar 1451 M


Kertawijaya dibunuh, dan tahta diganti oleh Rajasawardhana.


Sekitar 1456 M


Kerajaan Thai menyerang Malaka dari laut dengan pimpinan Tun Perak.

Bhre Wengker menjadi raja Majapahit setelah 3 tahun masa-masa sulit.


Sekitar 1459 M


Muzaffar Syah dari Melaka digantikan oleh Raja Abdullah atau Mansur Syah.

Mansur Syah dari Melaka menaklukkan Kedah dan Pahang dari Thailand. Kekuatan Melaka yang dipimpin oleh Tun Perak. Pahang menjadi kesultanan Islam di Melaka.


Sekitar 1460 M


Kerajaan Aru (dekat Deli, Sumatra) memerdekakan diri.


Sekitar 1466 M


Suraprabhawa menjadi raja Majapahit.

Kyai Demung mendirikan kerajaan Madura dan melepaskan diri dari pemerintahan Majapahit.


Sekitar 1468 M


Kembali terjadi pemberontakan di Majapahit. Suraprabhawa menyingkir ke daerah Tumampel. Dia memimdahkan kekuasaannya ke Daha, dekat Kediri.

Pada saat ini banyak penganut Hindu yang pindah ke Bali.


Sekitar 1470 M


Kerajaan Tanah Hitu berdiri di Ambon.


Sekitar 1475 M


Ternate dan Tidore menjadi Kerajaan Islam.


Sekitar 1477 M


Ala'uddin Riayat Syah, putra Mansur Syah, menjadi Sultan Melaka. Tun Perak melatihan banyak tentara di Kesultanan.


Sekitar 1478 M


Terjadi pemberontahan di Daha oleh Girindrawardhana, cucu Kertawijaya. Majapahit jatuh pada kekacauan. Bhre Kertabhumi, raja Majapahit di Tumampel melarikan diri ke Demak. Girindrawardhana menetapkan diri sebagai Raja Majapahit.

Raden Patah mendirikan Kerajaan Islam di Demak. Raden Patah adalah anak Kertawijata dari selir seorang Cina.

Kesultanan Islam berdiri di Cirebon, sebelumnya kerajaan ini adalah milik Raja Siliwangi dari Pajajaran.

Pada tahun 1490an orang Portugis telah berlayar mengelilingi Afrika dan mendarat di India.


Sekitar 1486 M


Zainal Abidin menjadi Sultan di Ternate.

Pemerintahan Majapahit pindah ke Kediri.


Sekitar 1488 M


Mahmud menjadi Sultan di Malaka.


Sekitar 1495 M


Ciriliyati menjadi Sultan Tidore.


Sekitar 1498 M


Tun Perak, pemimpin pasukan Malaka meninggal dunia.

Sultan Mahmud dari Melaka dianggap sebagai penguasa yang lemah. Tun Perak dan para penerusnya menjalankan kekuasaan yang sesungguhnya di Kesultanan. Beberapa tahun terakhir pemerintahan Mahmud dihabiskan dalam peperangan dengan Siam, sampai penaklukan Portugis pada tahun 1511.



Selesai.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentarlah sesuai dengan isi artikel. Spam akan saya hapus.

Bagi yang mau bertukar link, silahkan konfirmasi di kolom komentar.

 
 
 

Archives

 
Copyright © SUMBER BELAJAR |